Ibu
Ibu
Ketika malam makin larut, dan kau belum tertidur juga. Hatiku gundah tak karuannya kau buat. Karena aku memendam tanyaku, tentang sebab yang membuatmu tak kunjung padam lelah
Ketika malam makin larut, dan kau belum tertidur juga. Hatiku gundah tak karuannya kau buat. Karena aku memendam tanyaku, tentang sebab yang membuatmu tak kunjung padam lelah
Bu.. Terima kasih telah mengajarkanku menyembunyikan air mata. Aku, kini lebih kuat. Meski sahabatku masih saja mengatakan bahwa aku cengeng, Tapi ini lebih baik dibandingkan cengengku yang dulu kan, bu?
Bu.. Terima kasih telah mengajarkanku menjadi mandiri sedari dini. Segala usaha yang kau berikan untuk menjadikanku tangguh, tak pernah menjadi buruk karena cemooh orang lain. Biarkan saja bu,
Allah kita tak pernah tidur kan? Mari kita biarkan tangan Allah yang bekerja ya bu.. :)
Allah kita tak pernah tidur kan? Mari kita biarkan tangan Allah yang bekerja ya bu.. :)
Bu, Jika sudah habis nanti masa hidupku, Aku berdoa agar kau telah kubahagiakan sepenuhnya
Meski tak akan pernah dapat bahagia itu membayar semua hutangku padamu pun bu, Maafkan aku..
Meski tak akan pernah dapat bahagia itu membayar semua hutangku padamu pun bu, Maafkan aku..
Bu, Jika esok kelakuanku buatmu teteskan airmata lagi, Ijinkan aku melukiskan senyum diwajahmu selepasnya bu.. Agar sirna mendung gelap itu digantikan sinar mentari bersama harum tanah sekenanya air hujan, sama seperti apa yang selalu kita rindukan dari Sang Musim.
Bu, aku berdoa agar kita dapat bertemu lagi di Surga Allah nanti. Agar tak turun air mata ke pipi selepas tiadanya engkau saat aku kehilanganmu.. Agar dapat selalu kuingat betapa cantiknya bidadari Surga ayah.. Dan agar rindu ini, selalu dapat bertemu dengan pemilik sejatinya.. Engkau, Ibu.. :*

Komentar
Posting Komentar