Cinta di Ujung Senja



Betapa bahagianya muda-mudi itu. Sepulang kerja, berjalan berdampingan, menyusuri jalanan kota, menuju tempat peraduan. Mereka tidak saling bergandengan tangan, tidak.  Pemuda itu pun juga tidak merangkul pundak pemudi-nya, tidak. 

Namun, ada hal-hal yang tidak dapat diterjemahkan kedalam kata-kata ketika mata mereka bertatapan.  Ada sayap-sayap dewi cinta bermekaran ketika senyum keduanya merekah di masing-masing wajah mereka. Ada- ada saja hal yang membuat mereka tertawa pada akhirnya. Semua hal di perjalanan seakan menjadi saksi cinta keduanya. 

Senja sudah datang, hampir hilang. Dari tadi memperhatikan. Diam-diam, Senja ikut jadi saksi. Tidak akan pernah lupa muda-mudi tadi. Dan menanti kuncup cinta yang lain. 

Cinta, oh, cinta, di ujung senja..  


Komentar

Postingan Populer