Makan.
Seperti biasanya aja. Sepulang kerja selalu bebersih badan dulu, terus langsung sholat maghrib lanjut mengaji. Setelah hati lebih adem, internetan sambil ngedengerin musik juga bakal bikin fun. Atau sisa waktu menjelang tidur dilewatkan dengan baca-baca buku atau chat sama mereka-mereka lewat app hp whatsapp atau bbm.
Well, yeah.. sehabis maghrib-an biasanya langsung makan malam. Tapi.. sudah lama sejak kapan, entahlah, jadi males makan malam. Apakah karena impian untuk menjadi lebih kurus sedang menjadi-jadi? ataukah karena keinginan untuk menjadi lebih tinggi tidak akan dapat terwujud? aaaaaakkkk ini mimpi buruk! x((((
Mamak yang tugasnya tiap hari masak buat orang seisi rumah pun langsung nawarin makan seketika setelah saya menunjukkan batang hidung.
Well, yeah.. sehabis maghrib-an biasanya langsung makan malam. Tapi.. sudah lama sejak kapan, entahlah, jadi males makan malam. Apakah karena impian untuk menjadi lebih kurus sedang menjadi-jadi? ataukah karena keinginan untuk menjadi lebih tinggi tidak akan dapat terwujud? aaaaaakkkk ini mimpi buruk! x((((
Mamak yang tugasnya tiap hari masak buat orang seisi rumah pun langsung nawarin makan seketika setelah saya menunjukkan batang hidung.
"Nia, kamu kok gak makan?"
*hening*
"Makan.. mamak tadi bikin sambal lho.." sahut Mamak lagi.
"Ndak, Mak.. Nia ndak makan.." jawaban yang ditunggu akhirnya keluar.
Mamak sih..sudah jelas tahu apa alasan saya tidak makan. Ya apalagi kalau bukan Diet atau nggak lapar. Ya, mau gimana. Pengen lebih tinggi dari ini pun sudah tidak bisa. "Lah wong Ayahmu itu aja pendek kok.. kamu ndak niru Mamak sih, Ni.." kata Mamak selalu ketika aku comlpain tentang tinggi badanku ini.
Yah.. jadi, beginilah. Saya harus tetap lancat-loncat sebanyak 50 kali tiap pagi sehabis bangun tidur. Kemudian tidak makan kekenyangan agar tidak malas, dan tidak ngantuk atau tertidur. Dan lagi, olahraga itu penting!. Sehingga saya sangat bersyukur sekali dengan pekerjaan saya saat ini. Kerjaannya sih rahasia. Yang pasti, saya harus sering naik turun tangga kantor buat ngasih pekerjaan saya ke atasan. Capek sih iya.. Tapi, alhamdulillah, rejekinya meluas kemana-mana.
Sekian dulu curhatan saya tentang makanan yang nyangkut ke tinggi badan ini. Kapan-kapan lagi yaaaa. Semoga aja sih nggak ada yang baca. wekekekekek.
Salam.. ^^

Komentar
Posting Komentar