Jatuh cinta, sendirian :)
Aku mengenalnya sudah cukup lama. Berbulan-bulan, berminggu-minggu, berhari-hari. Sudah lama hati ini hanya ramai oleh kicauan para sahabat. Dan akhirnya, aku merasakan getar itu lagi. Getar yang mampu membuatku cepat terbangun dari tidur, dan susah tertidur dari bangun. Segala hal kecil tentang dia menjadi begitu istimewa untukku. Dan sepertinya, segala hal yang dia lakukan tidak pernah menjadi salah pada kacamataku.
Aku tidak percaya, pada awalnya. Menurutku, ini adalah sebuah hal absurd yang sulit untuk dipahami. Bagaimana mungkin aku jatuh cinta kepada seseorang yang hanya aku temui lewat sosial media saja?. Rasanya haru, bingung, kacau, senang, ah.. semua lengkap berkumpul jadi satu. Ini aneh.. ini hanya.. sungguh aneh..
Kadang, seketika bayangan wajah
di akun media sosialnya mampir di banyak waktu berpikirku. Sering, seketika aku
teringat tiap kata-katanya saat kami bertukar pesan, atau mention, dan senyumku
merekah. Berkali-kali, tawaku tak kunjung lepas dari bibir ketika aku membaca tiap
kata di pesannya. Mengapa semuanya terasa indah? Terasa nyata?
Dia tidak disini, kami pun tak
pernah berjalan berdampingan. Selayaknya dua anak manusia yang menjalin pertemanan
dalam kehidupan, kami tidak begitu.
Ini terasa aneh, sungguh aneh.
Sering kali aku membayangkannya berada disini, tepat disampingku. Membayangkan
bagaimana pandangan matanya ketika kita bertatapan. Kemudian dia bercerita
tentang banyak hal yang sama-sama kami suka. Dan aku tidak akan pernah lelah
mendengarkannya, memperhatikannya. Membayangkan bagaimana bila kami menghabiskan
waktu bersama? Ya, waktu, karena hanya itu yang kita punya. Dan karena dia
berbeda. Kami, berbeda.
Sering aku ber- “kira-kira”
seperti apa suaranya itu terdengar; seperti apa itu wajahnya bila ku tatap dari
dekat; seperti apa itu bentuk tatapan dan air muka yang kutangkap dari manik
mata; tawanya; senyumnya; seperti apa dia, dia..
Mungkin aku bodoh, atau konyol,
atau apakah menurut semesta itu namanya. Namun ini berbeda, ini hanya begitu
berbeda. Aku seperti menemukan sesuatu yang ‘candu’. Ya, bisa dikatakan aku
telah dibuat candu olehnya. Dan aku hanya bisa diam. Diam dan merasakan.. Hanya kukatakan pada Sahabat dan kucurahkan malu-malu kepada Allah saja..
Ya, begitu saja..
-Aisyah

Komentar
Posting Komentar