Dia.
Apa ada yang salah dengan "Menghilang sesaat kemudian muncul lagi"? . Kurasa tidak. Kupikir, menurut dia juga begitu. Karena dia sering melakukannya kepadaku. Datang kemudian pergi. Datang lagi kemudian pergi lagi. Iya, hal yang seperti "semena-mena". Seenaknya saja dia datang tanpa salam, kemudian pergi lagi tanpa pamit. Mungkin dia saudara jauh tetangga sebelah kanan rumahku yang tanpa sopan santun ketika tiap kali berkunjung ke rumah. Meminta apapun yang dia butuh kemudian pergi lagi hanya bertinggal 'terima kasih' yang bahkan tak sampai tertinggal di telinga. Ya, dia sama seperti tetangga sebelah kanan rumahku, orang paling menyebalkan yang pernah aku temui di dunia. Bedanya.. kamu ada bedanya dengan tetangga sebelah kanan rumahku. Yang bahkan.. aku tidak tahu itu apa..
-Aisyah-

Komentar
Posting Komentar