Kini, aku mengerti


Stereotype-nya begini Nggik, dia tidak akan mencari yang jauh berbeda dari kamu. Berbeda, itu pasti. Tuhan memang selalu menciptakan makhluk-Nya dengan berbeda wujud agar dapat dikenal. Hanya, tidak-akan-berbeda-jauh.”

Aku mengerti. Aku mulai berpikir kembali. Aku mungkin terlalu bodoh karena nyatanya sudah sekian lama aku mencintaimu, dan sudah kesekian kalinya juga aku gagal membangun lagi apa yang telah runtuh. Aku terlalu mengenalmu. Hingga aku mengerti apa kata hatimu ketika kamu mengucapkan sepatah-dua patah kata padaku. Jadi aku memilih mundur lagi. Nyatanya aku tidak cukup punya nyali. Aku memilih menyakiti diriku sendiri, dibandingkan aku menyakitimu, dengan mendekatimu lagi. Mungkin kamu tidak tahu apa maksudku. Aku tidak ingin pertemanan ini hancur karena hubungan istimewa itu juga hancur. Sepertinya kamu punya cara lain. Mungkin lebih baik dari apa yang kupunya. Aku juga tidak pernah tahu. Aku juga tidak ingin mencari tahu. 

Kini, kamu telah memiliki kekasih baru. Itu artinya, penggantiku. Dia cantik ya? Lebih lebih cantik daripada aku.. Sepertinya juga lebih menarik dibandingkan aku. Dia juga memakai kerudung, sama sepertiku. Aku hanya berharap bahwa dia, bahwa dia memiliki sifat dan sikap yang jauh lebih baik dari apa yang ada padaku. Aku hanya berharap bahwa kamu, bahwa kamu dapat mencintainya lebih baik dari saat kamu mencintaiku. Aku berharap bahwa dia, bahwa dia akan mencintaimu lebih dari aku mencintaimu..

Aku iri kepadamu. Mengapa bisa dengan sangat cepat kamu berpindah hati? Dapat ajarkan kepadaku bagaimana caranya? 

Aku sudah berhasil bangkit dari rasa sakitku. Tapi bukan berarti aku sudah berhasil melupakanmu. Aku ingin kamu bahagia. Tenanglah, aku akan menemukan ‘orang’ baru. Aku hanya belum benar-benar dapat menemukannya. 

Malam ini, di Sabtu malam minggu yang dingin ini, kamu mungkin sedang tertawa bersama dia yang kamu cinta. Atau bahkan mungkin menghabiskan waktu bersama dengan sekedar berkeliling kota, atau menonton bioskop. Atau bahkan yang lebih asik lagi, kamu sedang berkunjung kerumahnya, berbincang-bincang dengan Ibu dan Ayahnya.. ah.. bahagia sekali membayangkannya.. aku tidak sabar lagi untuk berada pada posisi Wanita-mu sekarang.. 

Terima kasih karena pernah membuatku tertawa, itu sudah cukup, lebih dari cukup. Terima kasih untuk segala kenangan yang telah kamu lukis indah di hatiku. Terima kasih saja ya? Aku hanya dapat memberikan itu. Dan ya, doa. Aku akan selalu mendoakan yang terbaik untukmu, dan tentunya untuk dia. 

Tuhan memang sangat baik. Tahu kenapa? Karena sebelum kamu merasa bahagia seperti yang saat ini, kamu pernah merasakan kesedihan dari apa yang telah orang lain berikan. Kenapa harus ada sedih setelah bahagia? kenapa harus ada bahagia setelah sedih? Tuhan hanya ingin benar-benar kamu mengerti apa itu "kesedihan", Tuhan ingin kamu mengerti apa arti "bahagia". 

Tuhan sungguh baik, teramat sangat baik. Kini, Tuhan menunjukkan pada kita bahwa ternyata bahagia itu bukan hanya satu jalan, bukan karena satu orang, tapi ada banyak jalan, dan ada banyak sekali orang yang punya kesempatan untuk membuat kita bahagia. 

Suatu hari nanti kita akan bertemu kembali. Mungkin dengan bahagia kita masing-masing. Dengan rencana-rencana Tuhan yang tidak akan pernah dapat kita sangka. 

Bahagia selalu datang tepat waktu. Mungkin saat itu, kita terlalu berburu-buru mengatakan bahwa bahagianya sudah datang, padahal menurut Tuhan belum. Hanya sebuah kisah sebentar untuk kita belajar membina hubungan. Sebelum orang yang benar-benar diciptakan untuk kita, didatangkan.

Aku akan menemukan bahagiaku dengan segera. 

Semoga Tuhan selalu melindungi kalian berdua.

Komentar

Postingan Populer