Sugesti Diri
Malam ini, aku terbangun lagi dengan sekelebat bayangmu.
Tolong jangan tanyakan ini yang keberapa kali..
Aku bahkan hampir muak.
Jika aku boleh memilih, sekelebat bayangmu akan ku ganti dengan bayangkan akan masa depan.
Kamu adalah harapan. Mencintaimu membuatku percaya bahwa hidup akan berakhir indah. Tapi kau telah mengatakan.Tak ada lagi cinta untukku..
Aku mulai berkaca..
"Kesalahan apa lagi yang kulakukan?" tanyaku pada bayangan manusia di depan
"Jangan bodoh, pikir sendiri" jawabnya
Kemudian satu tetes, dua, tiga, empat, dan seterusnya, airmata pun menyerah. Senyuman pun tak lagi dapat membendung.
Bayangan di cermin tertawa, terbahak menunjukku.
Seolah dia tidak mengambil andil dalam keterpurukanku, seolah dia tidak ikut bersalah..
Singkat saja, aku menatap tajam padanya,
kemudian tersenyum lembut dan berkata
"Aku tidak akan menyerah. Kau dengar?. Aku percaya, ini yang terbaik.. Aku akan menjawab semua ujian soal ini dengan benar, dan mendapat nilai terbaik dari yang lain. Aku tidak akan berhenti. Jalanku masih panjang. Ya, aku memang lelah sekarang. Aku bisa berhenti sejenak. Tapi aku tidak boleh terlena dengan kenyamanan ini. Aku pasti kuat. Aku pasti bisa. Bila aku sendiri pun tak mengapa, aku harus belajar makna kesendirian. Aku akan terus tersenyum, belajar ikhlas meski belum rela. Tidak apa-apa. Allah tengah mengajariku segalanya.. "
Dia hanya bisa diam ditempatnya. Aku takjub ketika senyum sinisnya berubah menjadi senyuman manis. Ternyata dia begitu indah bila terlihat bahagia begitu. Kemudian Dia memelukku erat. Berdamai dengan hati. Dia berjanji tidak akan pernah pergi. Aku mencoba percaya, karena yang terakhir mengatakan begitu pun pergi juga.
Dari sini, aku belajar.. memaafkan meski sampai sekarang rasanya sakit sekali.. berusaha ikhlas meski sebenarnya belum rela.. Aku akan belajar menguatkan yang lain agar aku lebih kuat dengan sendirinya.
Aku mencintaimu wahai Kau. Tapi jika harga untuk mengatakan itu adalah kau semakin pergi, lupakan. Mungkin memang belum saatnya. Atau mungkin memang bukan kau orangnya.
Aku hanya masih terus percaya, mencoba percaya..

Komentar
Posting Komentar