Setahunnya Kita.
Hai, selamat malam :)
Seharusnya hari ini menjadi hari
setahun kebersamaan kita yah. Namun keputusan telah diambil. Kata-kata pun
telah diucapkan. Kita sudah memutuskan berpisah sejak dulu. Sejak 3,5 bulan
setelah kita jadian. Dan akhirnya kita mencoba untuk sama-sama pergi meski
sebenarnya benar-benar tak ingin menjumpai perpisahan.
Apa kamu ingat bagaimana rasanya
ketika mencoba melawan airmata yang tidak sanggup dibendung ketika kita
bertatapan? Apa kamu ingat bagaimana sesaknya dada ketika kita sama-sama
berjuang melawan rasa rindu yang tak terbendung? Apa kamu ingat bagaimana
rasanya melawan keinginan untuk terus melihat ke arah kita masing-masing ketika
kita bersama? Apa kamu ingat bagaimana rapuhnya menahan rasa takut ketika kita
tidak tahu bagaimana kabar satu sama lain? Apa kamu ingat segala perjuangan
yang telah sama-sama kita lakukan? Apa kamu ingat? Apa kamu pernah ingat?
Aku rapuh, dan kamu tahu itu. Dan
adakah keinginanmu untuk menyembuhkannya? Apakah ada niatan untukmu agar aku
tak perlu lagi merasa rapuh? Aku tahu itu ada. Kamu mengatakannya sendiri.
Namun kamu memutar balikkan fakta. Hingga semuanya terlihat berbeda. Mengapa
harus begitu munafik di hadapanku? Jadilah dirimu sendiri!
Aku selalu menunggumu dirumah.
Tapi kamu tidak pernah pulang. Apakah kamu tidak lelah?
Kamu bilang kamu sudah punya
kekasih baru. Tahu apa yang pertama kali terlintas dipikiranku setelah kamu
mengatakan itu? Kebohongan! Kamu mengatakan sebuah kebohongan. Kamu tidak
sedang sambil bercanda saat mengatakan itu padaku kan?
Apa? Apa lagi yang ingin kamu
katakan padaku?
Aku sudah mengatakan semuanya
padamu sejak dulu. Kamu tahu, aku tidak pernah berbohong kepadamu. sedikitpun
aku tidak pernah melakukan kebohongan. Tapi apa yang aku terima darimu? Apa yang kamu
lakukan padaku? Apakah kamu kira dengan begitu kemudian aku dapat pergi begitu
saja? Tidak.. jawabannya adalah tidak..
Sudah sejak lama ketika kamu
pergi dan kamu telah mengajarkan kepadaku ilmu keikhlasan. Awalnya terasa sakit
sekali tanpamu. Seperti ditampar bolak-balik sampai habis. Seperti dibuang ke
kutub utara hingga merasa kedinginan, sendirian. Aku merasa aku tidak mampu.
Semuanya berbeda. Tidak ada lagi tawa dan canda yang mampir di setiap detik
waktu lewat pesan singkat. Tidak ada lagi tawa dan canda yg selalu kudengar
lewat telepon genggam. Tidak ada lagi suara sederhana yang menyanyikanku sebuah
lagu cinta sambil bermain gitar. Tidak ada lagi candaan tentang hitamnya
kulitku, tentang gendutnya aku, dan semuanya. Tidak ada lagi impian-impian
kita. Apakah kamu ingat semuanya? Kita pernah banyak bermimpi. Merangkai impian
bersama. Memiliki anak yang lucu-lucu, Memiliki rumah idaman, Berlibur bersama.
Indah sekali bukan? Aku rindu kita, merindukan kita yang dulu.
Kamu pasti tahu. Masa lalu
hanyalah masa lalu. Kamu pasti ingat. Dulu aku sering bilang begitu kepadamu.
12 April 2013. Tepat setahun yang
lalu ketika aku merasa berdebar amat dahsyat ketika harus berhadapan denganmu
di depan perpus. Dan Hari ini, aku tersadar..
aku tahu harusnya aku tidak perlu
terlalu mengaharapkan kamu kembali kepadaku. Harusnya tidak perlu ada harapan tentang
cinta yang aku gantungkan di langit-langit kamar untukmu. Yang dapat kilihat
setiap hari, kunikmati. Harusnya aku tidak perlu membuatmu begitu berarti. Ya, Harusnya..
lagi-lagi seharusnya..
Aku selalu mengatakan apa yang
ingin kamu dengar, tetapi kamu tidak pernah perduli. Aku selalu berusaha
melakukan apa yang ingin kamu terima, tetapi kamu tidak pernah merasa puas.
Kamu selalu menganggapku tidak ada. Aku seperti hantu untukmu.
Kini aku telah pergi. Setidaknya
berusaha untuk pergi. Meski aku sadar, nulariku tidak ingin. Dan aku
mengucapkannya lagi. Setidaknya, aku berusaha untuk pergi. Aku telah ikhlas. Menerima
apa yang harus aku terima. Karena aku telah berusaha untuk mempertahankanmu.
Namun ternyata kamu terus memilih pergi. Sudah banyak sekali airmata yang jatuh
untukmu. Sudah banyak doa yang kuucapkan tanpa harus berpikir dulu.
Aku tidak perlu berkata apa-apa
lagi tentang kita. Semuanya sudah jelas. Semuanya telah selesai. Kamu boleh
pergi. Berbahagialah. Carilah kebahagiaanmu. Temukan kebahagiaanmu bersama dia
yang kamu sebut kekasih. Jangan pernah buat dia sedih. Buatlah dia selalu
bahagia. Buat dia selalu tertawa. Bahagiakan dia lebih dari apa yang pernah
kamu buat untukku dulu. Dan aku mohon, jangan pernah menyakiti hatinya seperti
apa yang telah kamu lakukan kepadaku. Tidak ada wanita yang tidak membenci
perpisahan.
Semoga dia dapat menyayangimu
lebih dari apa yang pernah bisa aku berikan. Semoga dia lebih solehah dibanding
aku sehingga dia mampu membuatmu selalu taqwa kepada Allah. Semoga dia dapat
menuntunmu menjadi lelaki yang lebih baik dari saat ini. Semoga dia selalu
membuatmu tersenyum, membuatmu bahagia. Semoga dia selalu dapat menjadi apa
yang kamu inginkan, yang kamu idam-idamkan. Semoga dia selalu dapat membuat
rindumu lega. Semoga dia dapat membuatmu selalu merasa aman. Semoga dia lebih
baik dariku dalam hal apapun. Semoga dia lebih mencintaimu dibanding aku.
Pergilah... berbahagialah... :)
Kini aku telah siap menghadapi
apapun yang akan terjadi nanti. Termasuk jatuh cinta lagi. Mungkin kata-katamu
ada benarnya. Jadi, Aku akan belajar membuka hatiku untuk orang lain. Mungkin
nantinya aku akan menemui yang lebih baik darimu. Yang dapat menyembuhkan semua
luka yang aku sembuhkan secara perlahan sendirian. Yang dapat menyempurnakan
hati yang telah hilang sebagian.
Aku juga ingin merasa sempurna
seperti yang lain. Aku membutuhkan apa yang disebut orang sebagai “cinta”. Aku
sudah siap berdiri sendirian tanpa kamu disisiku. Aku sudah siap melalui
hari-hariku tanpa kamu. Biar aku lelah namun tidak berputus asa. Aku sudah siap
mengejar impianku. Memperjuangkan masa depan yang lebih baik lagi.
Aku siap membuka hati. Sampai
kapanpun, untuk siapapun. Sampai aku menemukan “seseorang”. Dan bila nanti kamu
merasa rindu kepadaku, ingin kembali kepadaku, maka kembalilah. Pintu hatiku
tidak hanya terbuka untuk orang-orang baru. Kamu pun boleh kembali memasukinya
bila kamu mau. Dan aku berjanji, jika memang kamu lah “seseorang” itu, yang
selama ini telah dipersiapkan Tuhan untukku, aku tidak akan pernah membiarkanmu
pergi lagi. Sungguh!
Sekarang pergilah.. terbanglah
kemanapun kamu mau.. lakukan apapun yang ingin kamu lakukan.. jangan pernah
lagi berpura-pura.. Tuhan tidak pernah suka orang munafik. Begitu pula aku. Tersenyumlah!
Berbahagialah dengan duniamu!
Jangan pernah ragu. Jangan pernah
takut. Jangan pernah sedih. Jangan pernah gundah. Jangan khawatir, aku akan
baik-baik saha. Dan aku akan selalu berdoa untukmu. Untuk kita, dan untuk
semuanya. Semangat terus! Ingat
baik-baik ya. Ini dari aku.
Semoga, kamu selalu berbahagia.
Dimanapun, kapanpun.
Terima kasih untuk semuanya,
selama ini..
apapun yang telah kamu berikan,
begitu berarti untukku..
Sekali lagi terima kasih. Terima
kasih banyak.. untuk semuanya..
Untuk semuanya.. :’)
Anggi Aisyah.

aku pernah berada diposisi cowo yang kamu maksut pergi ninggalin kamu nggi' :) tp cowo yg aku tinggal bener2 mencintai aku dan menunggu ku . 3 tahun itu bukan waktu yang singkat utk dia menunggu, sedangkan aku sedang berbahagia dg cowo lain . tp sesuatu ketika ada peristiwa yg cukup menampar hidup ku.. yah dan hanya cowo yang dulu aku tinggal yang tetap setia bersama ku..
BalasHapusdear anggi' pejuangkan cinta mu sekuat mu .. engga ada cinta yg tak harus memiliki kalo cinta kejar dan dapatkan lagi .. buktikan pada dia tidak ada wanita sehebat kamu dan tidak ada cinta yg melebihi cinta mu .. buktikan itu nggi :)
Dear kak lucky, terima kasih banyak sebelumnya :)
HapusIya kak, sesungguhnya diamku ini adalah bukti cintaku kepadanya kak. Anggi udah nggak sanggup lagi untuk terus action duluan..
Dan kediaman ini, yg setau dia adalah sebuah kepergian, adalah juga merupakan proses untuk aku lebih dewasa kak.
Kita sama-sama nggak tau apa yg akan terjadi di depan kan kak??
Jadi anggi hanya bisa terus melakukan yg terbaik dari yg anggi bisa. Biarin anggi mencintainya dalam diam aja kak.. mungkin Allah ngasih jalan aman ke anggi •﹏•
Iya kak, anggi sedang berusaha membuktikan :)
Makasih kak ♥
berjuang dalam doa sayang :) Allah melindungi kamu
BalasHapusPasti kakak:) terimakasiiiiih:*
Hapus