Teruntuk sahabat sepanjang masaku, Monica.



Teruntuk sahabat sepanjang masaku, Monica.

Aku pernah mengatakan padamu bahwa aku ingin kamu menjadi sahabatku selamanya. Kemudian kita mengukir cerita di banyak sudut kehidupan, berbagi canda, tawa, bersama. Kamu telah mewarnai dinding hatiku dengan banyak tingkahmu. Aku memang punya sahabat lain, tapi kamu berbeda, kamu selalu berbeda. Kamu begitu baik, seperti malaikat untukku.

Ini hidup, banyak sekali ujian. Dan datanglah suatu ketika dimana persahabatan kita diuji... ingatkah kamu tentang cerita kita setahun yang lalu mo?? :’’

Saat itu...harusnya menjadi saat-saat kebersamaan kita yang paling membahagiakan. Aku ingat sekali bagaimana galau perasaanku ketika aku harus merasakan cinta kepadanya, dan aku tidak pernah tahu apa yang sebenarnya kamu rasakan kepada lelaki itu. Maafkan aku mo.. banyak sekali hal yang ingin kubagi denganmu tentang dia, tapi aku takut hal itu akan menyakiti perasaanmu. Aku pun sampai tidak berani bercerita kepada Onyon sekalipun. Aku hanya berani menceritakan itu semua kepada Mufidah (bobo) dan Inka. Aku egois sekali kala itu, aku tahu. Maafkan aku..

Maafkan aku yang telah membiarkan kamu merasa kedinginan. Maafkan aku yang telah membuat harimu gelap dan tidak berwarna atau tanpa sensasi. 

Jika aku memiliki kesempatan untuk memutar waktu kembali kepada saat itu pun aku akan tetap menerimanya menjadi kekasihku mo. dan kemudian, sesaat setelah aku menerima cintanya aku akan berlari ke arahmu, memelukmu, tersenyum terharu disana dan berbagi banyak cerita tentang dia. Sehingga kamu tidak perlu merasa sendirian, atau kehilangan siapapun. Kamu akan tetap dapat bertukar pesan dengannya yang kau sebut kakak atau kanda. Kamu akan tetap bisa berbagi banyak sekali cerita dengan dia. 

Jika aku memiliki kesempatan untuk memutar waktu, aku akan memelukmu erat sekali pada perayaan wisuda agar kamu tahu betapa sayangnya aku kepadamu dan aku sangat tidak menginginkan perpisahan ini..
Jika aku memiliki kesempatan untuk memutar waktu, aku akan tetap memilih duduk bersama mbak santi dan Inka saat rombongan kelas kita melakukan rekreasi. Tapi aku akan banyak berbicara kepadamu, Onyon, dan Ivo. 

Jika aku memiliki kesempatan untuk memutar waktu, aku akan memilih tidak akan pernah membiarkan kamu pergi dan akan tetap membiarkan orang-orang baru memasuki kehidupanku. 

Setelah kepergianmu aku belajar banyak hal mo.. sekarang aku benar-benar mengerti, harusnya aku tetap mempertahankan persahabatan tidak perduli seberat apapun keadaan menekan kala itu. Toh ketika aku telah melepaskanmu, lelaki yang sampai saat ini kucinta pun tidak bersamaku lagi :’). Meski aku sangat berharap bahwa cintanya masih disana, dihatinya, untukku. Walau aku tidak pernah melihat tanda-tanda itu, aku masih tetap percaya.

Terima kasih mo... dan maafkan aku...

Ini, sebuah tulisan yang aku buat secara sederhana. Kamu pasti tahu bahwa aku orang yang cengeng, jadi aku memilih untuk menuliskan apa yang ingin kuutarakan kepadamu. Kuharap kamu tidak tahu ada tetesan-tetesan airmata mengalir di pipiku ketika aku menulis ini. Aku selalu berharap bahwa kita akan baik-baik saja meski aku sangat tahu bahwa sulit sekali untuk merasa sedemikian rupa.
Aku benar-benar meminta maafmu mo...
Aku ingin sekali berbagi banyak hal denganmu, lagi. Tentang impian, tentang kehidupan, tentang dia, dan tentang apa saja tentunya. Aku benar-benar merindukan kita yang dulu. Semoga pelukku dari kejauhan selalu bisa kamu rasa ya.

Salam termanis dari hati kecilku, untukmu ♥.

Komentar

Postingan Populer