Akhirnya bertemu juga.
aku sungguh tidak menyangka akan bertemu lagi denganmu, kemarin. aku tidak menyangka bahwa segala pengorbanan yang aku lakukan akan membawaku bertemu denganmu, aji.
di lorong itu, bersama monica, aku sudah dapat melihatmu dari kejauhan. kemudian jantungku berdegup lebih kencang, kakiku semakin terasa dingin, dan tubuhku semakin merasa kedinginan. aku hanya tidak tahu harus berbuat apa ketika aku bertemu denganmu meski aku sudah merencanakan sejak jauh-jauh hari tentang segala hal yang harus aku lakukan ketika aku memiliki kesempatan untuk bersama kamu. tapi nyatanya? aku melakukan nihil! apa ini? bodoh sekali!
monica menyuruhku menyapamu. berkali-kali dia menyuruhku menyapamu dan sampai akhirnya kami melewatimu pun, aku tidak berani melihatmu, atau bahkan melirikmu, sama sekali. padahal kamu ada disana, di sudut yang berbanding lurus dengan sudut dimana aku berdiri. jadi aku berpura-pura ngobrol asyik dengan momo padahal ya, yang aku bicarakan adalah KAMU!
aku tahu kamu menyadari kehadiranku disana. dan mungkin kamu juga memikirkan hal-hal yang akan kamu bicarakan kepadaku nanti, atau hanya memikirkan cara bagaimana dapat menyapaku. ah lagi-lagi, hasrat dukunku menggeliat ingin keluar -_-. mungkin aku hanya sok tahu atau apalah itu namanya. tapi ini aku, yang begitu mengenalmu, hingga dapat membaca setiap alur pikiranmu yang....tidak jauh berbeda denganku. kalau saja aku boleh bilang, kita adalah manusia dengan isi otak yang sama. hanya saja berada di dalam tubuh yang berbeda dan jenis kelamin yang berbeda pula.
ketika menatapmu dari kejauhan, aku tahu, masih ada sesuatu disana, disudut hatiku terdalam. aku hanya tidak benar-benar mengerti apa namanya. yang aku tahu itu cinta namun cinta tidak selalu berkisah seperti ini. sedalam ini.
ada saat-saat ketika aku bersama momo, mufidah, dan mbak be, dan aku mencuri pandang kepadamu. berharap kamu tidak tahu itu sehingga aku tidak perlu malu ketika kita bercakap nanti. kemudian ada saat dimana aku berdiri di sudut itu, kemudian kamu yang mencuri pandang kepadaku. apa yang kamu lihat ji? apa yang kamu pikirkan? untuk hal ini, aku ingin sekali dapat membaca pikiranmu. agar aku tahu apa yang harus aku lakukan kepadamu lebih dulu. aku lelah menunggu! aku ingin menghampirimu lebih dahulu, apa kamu tahu itu?
dan wanita itu, siapa dia? ah...sudahlah.
semoga kamu tidak bisa merasakan degupan jantungku yang tak karuan ketika kamu menyalamiku saat pertemuan atau berpamitan pulang. harapanku adalah, wajahku dapat memancarkan aura yang biasa saja saat bertatapan denganmu.
terima kasih karena telah memakai jam tangan yang aku berikan, aku senang sekali. senang sekali. dan bertambah senang lagi ketika kamu mengatakan bahwa kamu juga senang memakainya. ah dunia memang selalu indah dengan cinta :)
rasanya ingin selalu bisa menemukan topik pembicaraan agar aku dapat terus bertukar pesan singkat denganmu. aku ingin selalu merasa dekat denganmu, apa kamu juga tahu itu?
terima kasih, terima kasih banyak.
semoga ada saat-saat kita dapat bertemu lagi.
aku, yang akan selalu berdoa untuk kita.
di lorong itu, bersama monica, aku sudah dapat melihatmu dari kejauhan. kemudian jantungku berdegup lebih kencang, kakiku semakin terasa dingin, dan tubuhku semakin merasa kedinginan. aku hanya tidak tahu harus berbuat apa ketika aku bertemu denganmu meski aku sudah merencanakan sejak jauh-jauh hari tentang segala hal yang harus aku lakukan ketika aku memiliki kesempatan untuk bersama kamu. tapi nyatanya? aku melakukan nihil! apa ini? bodoh sekali!
monica menyuruhku menyapamu. berkali-kali dia menyuruhku menyapamu dan sampai akhirnya kami melewatimu pun, aku tidak berani melihatmu, atau bahkan melirikmu, sama sekali. padahal kamu ada disana, di sudut yang berbanding lurus dengan sudut dimana aku berdiri. jadi aku berpura-pura ngobrol asyik dengan momo padahal ya, yang aku bicarakan adalah KAMU!
aku tahu kamu menyadari kehadiranku disana. dan mungkin kamu juga memikirkan hal-hal yang akan kamu bicarakan kepadaku nanti, atau hanya memikirkan cara bagaimana dapat menyapaku. ah lagi-lagi, hasrat dukunku menggeliat ingin keluar -_-. mungkin aku hanya sok tahu atau apalah itu namanya. tapi ini aku, yang begitu mengenalmu, hingga dapat membaca setiap alur pikiranmu yang....tidak jauh berbeda denganku. kalau saja aku boleh bilang, kita adalah manusia dengan isi otak yang sama. hanya saja berada di dalam tubuh yang berbeda dan jenis kelamin yang berbeda pula.
ketika menatapmu dari kejauhan, aku tahu, masih ada sesuatu disana, disudut hatiku terdalam. aku hanya tidak benar-benar mengerti apa namanya. yang aku tahu itu cinta namun cinta tidak selalu berkisah seperti ini. sedalam ini.
ada saat-saat ketika aku bersama momo, mufidah, dan mbak be, dan aku mencuri pandang kepadamu. berharap kamu tidak tahu itu sehingga aku tidak perlu malu ketika kita bercakap nanti. kemudian ada saat dimana aku berdiri di sudut itu, kemudian kamu yang mencuri pandang kepadaku. apa yang kamu lihat ji? apa yang kamu pikirkan? untuk hal ini, aku ingin sekali dapat membaca pikiranmu. agar aku tahu apa yang harus aku lakukan kepadamu lebih dulu. aku lelah menunggu! aku ingin menghampirimu lebih dahulu, apa kamu tahu itu?
dan wanita itu, siapa dia? ah...sudahlah.
semoga kamu tidak bisa merasakan degupan jantungku yang tak karuan ketika kamu menyalamiku saat pertemuan atau berpamitan pulang. harapanku adalah, wajahku dapat memancarkan aura yang biasa saja saat bertatapan denganmu.
terima kasih karena telah memakai jam tangan yang aku berikan, aku senang sekali. senang sekali. dan bertambah senang lagi ketika kamu mengatakan bahwa kamu juga senang memakainya. ah dunia memang selalu indah dengan cinta :)
rasanya ingin selalu bisa menemukan topik pembicaraan agar aku dapat terus bertukar pesan singkat denganmu. aku ingin selalu merasa dekat denganmu, apa kamu juga tahu itu?
terima kasih, terima kasih banyak.
semoga ada saat-saat kita dapat bertemu lagi.
aku, yang akan selalu berdoa untuk kita.

Komentar
Posting Komentar