Rindu itu, sederhana.


Di pagi buta, setelah subuh kusapa..

Aku menatap kalender. 19 Oktober 2012. Salah satu sahabatku ulang tahun!

Aku menatap kalender lagi, hari ini hari Jumat. Hari ini adalah hari yang dijanjikan akan jadi malam bertemunya aku dengannya, seseorang yang sangat kurindukan, seseorang yang selalu kupeluk dari kejauhan.
Semalam, aku dan “by nada” sudah merencanakan akan pergi kerumah putri malam ini. Kami ingin menjenguknya, keadaan batinnya dalam keadaan kurang baik. Dia butuh dukungan, pelukan, juga siapa saja yang berada disisinya kapanpun. Dia butuh mereka yang mampu membuat tawanya kembali merekah, dia butuh, kami. 

Aku baru saja bergabung dengan “by nada”, band kebanggaan sekolah. Meski begitu, aku sangat menyayangi satu persatu dari mereka. Mereka orang-orang yang baik, penyayang. Aku tak ingin kehilangan momen kebersamaan. 

Resah gelisah sudah nampak diwajahku pada jam-jam menjelang malam. Mbak Irna, teman sekantorku, menggodaku selalu. Teman-teman kantorku sudah mengerti tentang Aji. Itu semua berawal dari istirahat jumat siang beberapa minggu lalu yang kami lewati dengan sesi curhat. Dan aku, adalah sang pencerita.

Aku melihatmu, akhirnya.. Ini adalah saat yang ku tunggu-tunggu. Sejak terakhir kalinya ketika kita juga bersama dalam kebersamaan “by nada” beberapa hari sebelum hari raya lalu dan kini, bersama “by nada” lagi. Bersama kawan-kawan yang lain juga.. 

Aku rindu padamu, rindu sekali. Ia tak mampu pergi dari jiwaku yang lembab. Juga haus akan perhatianmu. Ia tak mampu berjalan sendirian tanpa rindumu. Ia tak mampu pergi, pergi meninggalkanku sendiri..

Rinduku sederhana. Sesederhana perhatian yang kau beri ketika kau menanyakan padaku apakah Ibu tidak akan marah jika aku pulang malam. Sesederhana ketika senyummu merekah ketika kau jabat tanganku. Sesederhana ketika senyum yang kita bagikan direkam oleh kamera. Sesederhana ketika sedikit kucuri pandang kearahmu. Sesederhana hati yang tiba-tiba berdebar tak karuan ketika kau berada di dekatku. Sesederhana cinta ini, cinta yang begitu saja kurasakan dalam hati.. 

Aku tak bisa menahan senyum, atau juga tawa. Ketika mereka, sahabatmu, yang juga kawan baikku meggodaku dengan sengaja. Memainkan matanya, atau alisnya, atau lidahnya yang ditujukan kepadamu. Yang artinya, mereka menunjukkan padaku bahwa kamu hadir, bahwa kamu ada. Padahal, sudah sangat jelas aku dapat melihat keberadaanmu disana, bersamaku, dalam lingkaran itu. Meskipun, kita tak bercengkrama, juga tak benar-benar bersama. 

Sepulang itu, aku tertidur dalam senyum. Aku benar-benar merasa bahagia. Meski aku tak benar-benar tau, apa sebab dari bahagiaku ini. apakah sesederhana rinduku? Atau sesederhana cinta yang aku rasakan s’lalu? Aku memeluk boneka gajah kecil ini. mencium keningnya, mengucapkan selamat malam dan semoga mimpi indah, juga memeluknya di sepanjang tidurku. Apakah aku gila? Tidak, aku tidak gila. Aku hanya berusaha menyampaikan ini kepada seseorang yang memberikan boneka gajah kecil ini kepadaku. Mencium keningnya seperti saat masih bersama meski hanya lewat pesan singkat, mengucapkan selamat malam dan semoga mimpi indah meski juga hanya lewat pesan singkat, dan memeluknya sepanjang tidurku meski hanya dalam pesan singkat juga.. dan entahlah, dalam tidurku malam itu aku merasa seperti dipeluk seseorang. Aku merasa seperti aku memeluknya.. 

Aku merasa malam itu seperti mimpi. Tiba-tiba kita bertemu, dan secepat angin pertemuan ini berlalu. Jika malam itu benar mimpi, maka aku ingin mimpi itu tak berkesudahan. Aku ingin berada disana, disampingmu.. lalu kita berucap tentang apa saja.. tentang apa yang pernah kita bagi, atau bahkan lebih baik dari yang pernah ada.. aku ingin kita berbicara, berbicara tentang kamu, tentang aku, atau bahkan yang lebih baik dari itu, tentang kita.. aku ingin merekam senyummu lebih lama. Aku ingin jemariku berada dalam rengkuh jemarimu lebih lama. Aku ingin mereka merekam tawamu dan tawaku dalam satu frame berdua, hanya berdua. Intinya, aku ingin bersama kamu, dimanapun itu, bersama siapapun itu, asalkan ada kamu.. 

Namun hidup tetaplah hidup. Ada saat-saat dimana hal yang kita inginkan tak dapat kita dapatkan. Ada saat dimana apa yang kita harapkan juga belum dapat terwujudkan adanya.. ada juga saat dimana kita tidak tau apa yang sebenarnya Tuhan ingin tunjukkan lewat tiap kejadian yang kita lalui.. benarkan? Kalian juga menyadari itu kan? 

Untuk Aji, apakah kamu membaca tulisan ini? atau apakah kamu membaca tulisan-tulisanku yang sebelumnya juga?
Jika iya, terima kasih banyak. Aku butuh kamu tunjukkan padaku apa arti diam yang berusaha kamu tunjukkan padaku. Aku butuh kamu bicara, secepatnya.. apakah tidak bisa kita jadi teman? Dulu seingatku, kamu sangat ramah kepadaku.. apakah kamu sudah benar-benar berubah? 

Untuk kawan-kawanku, terima kasih karena selalu hadir dalam tiap kondisiku. Aku menyayangi kalian. Terima kasih banyak.

Dari yang selalu memelukmu dalam doa,

Anggi.


Sekali lagi, untuk kawan-kawanku, kumohon baca ini..
Aku bersyukur, sangat bersyukur atas kehadiran kalian, kawan-kawanku. Kalian anggap aku saudara. Kalian anggap aku istimewa. Dan aku benar-benar merasa, kalian adalah malaikat-malaikat Tuhan yang dikirim untukku, untuk menjagaku, menemaniku, dalam kondisi apapun. Yang berarti, aku adalah salah satu malaikat yang Tuhan kirim untuk menjaga kalian, untuk menghibur kalian juga.. aku hanya tidak tahu bagaimana aku, bila tidak ada kalian..
Terima kasih banyak. Aku sangat menyayangi kalian, sungguh. Sekali lagi, terima kasih, terima kasih banyak :)

Komentar

  1. wah isinya real-life story semua, jadi sungkan baca.na haha
    jangan sampai berhenti posting aja, keep writing!


    BalasHapus
  2. kisah pribadi kayaknya.. tapi bukan buatan sendiri wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang kisah pribadi :)
      dan ini buatan saya sendiri :)
      terima kasih banyak atas komentarnya :)

      Hapus
  3. Wah, jadi keinget masa muda waktu SMK :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. masa muda waktu SMK yang penuh canda tawa kan mas Guffy? :')

      Hapus

Posting Komentar

Postingan Populer