Ketika Rindu Meraja..


Ketika Rindu Meraja..


Dalam diam, aku bicara.
Dalam rindu sedalam samudera pun, kita bertemu.
Sepasang mata memang tidak selalu dapat saling bertatap,
namun hati selalu tahu kemanakah perasaannya harus dilabuhkan..
Mungkin hatimu masih belum mengerti.
Mungkin dia masih membatu, dibatukan oleh egomu yang tak kunjung mampu kau kalahkan.
Atau, sebenarnya hatimu sudah berkata jujur apa adanya, kemudian kau menyimpannya terlebih dahulu, di suatu tempat yang tidak pernah aku tau, di tempat yang belum pernah aku kunjungi, di tempat yang tak mampu aku raih untuk saat ini..

Mencintaimu dalam diam..
Keyakinanku tak akan runtuh sekuat apapun sesuatu akan coba hancurkan.
Aku masih mencintaimu karena Rabb.
Aku berdiri disini, berkeliling, mencari-cari yang ku cari dan begitu juga kau.
Kita masih berada dalam dua jalur yang berbeda.
Aku mengerti, sangat mengerti bagaimana dirimu..

Tiap-tiap waktu aku berdoa.
Berdoa untukmu, juga untuk kita..
Semoga keikhlasan dan kesabaran Allah tumbuhkan pada hatiku dan hatimu..
Hingga kita mampu jalani yang harus ditempuh dengan sekuat-kuatnya hati..
Tak bisa aku tak menangis..
Tak bisa aku tak lupa kamu..
Tak bisa aku tak rindu..
Tidak bisa, tidak akan bisa..
Usaha pun tidak ada henti aku lakukan untuk menguatkan diri, menguatkan hati.
Aku tegarkan jiwa, ku perdalam pencapaian cita.
Demi hidupmu dan hidupku kelak..

Kini, aku semakin memperbaiki diri.
Mencoba sisihkan dulu perasaan yang semakin hari rasanya semakin dalam..

Mencoba menjadi sebaik-baiknya manusia..
Begitu berharap bahwa di akhir perjalan perjuanganku nanti, Rabb akan mempertemukan kita..
Begitu ingin suatu hari nanti Rabb akan memberitahukan arti dari setiap air mata yang kini harus ku basuh dengan tanganku sendiri..
Begitu berharap suatu hari nanti Rabb akan menjelaskan arti dari kesepian yang kini seperti ku rajut..
Berharap di hari ‘Ratu Sehari’ku nanti adalah kau yang ada disampingku..
Begitu mendamba bahwa kau lah yang akan mengajarkan aku melantunkan ayat demi ayat suci Al-Quran..
Begitu butuh kau yang akan menjadi imam dari tiap tiang agama yang ku dirikan tiap waktu..
Begitu berharap bahwa kau lah yang akan selalu mengajakku berpuasa..
Begitu dapat kulihat dirimu menjadi Ayah bagi anak-anakku, kekasih Allah kelak..
Begitu dapat kulihat Neraka dan Surga dalammu..
Begitu dapat kulihat Rabbku, dalam jiwamu..

Begitu inginku dirimu..
Begitu butuhnya aku denganmu..

Biar aku begini.
Ikhlas aku menerima bertahun-tahun tanpamu, dan setelah lewati banyak perjuangan, terbayarlah sudah semua..
Butuhku hanya kamu..
Inginku hanya kamu..

Ijinkan aku mencintainya dalam diam, Rabb..
Karena diam, adalah caraku mencintainya, karena-Mu..

Hatiku sudah dipilih, dipilih oleh hatimu, tanpa kau menyadari itu..


Yang mengasihimu karena Allah Illahi Robbi..
Anggi.

Komentar

  1. Sumpiiillll nangis aku :)
    kata-katanya sangat indah
    membuat orang yang mempunyai rasa yang sama seperti yang tersirat dalam tulisan tersebut jadi tersentuh :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer