Seorang Wanita berhati Malaikat itu kupanggil "Mamak".
Aku sudah menceritakan semuanya
kepada Mamak. Semuanya tentang kamu, tentang kita yang dulu. Tentang kita yang
sekarang. Tentang sebuah kado yang kuberikan padamu. Tentang pertemuan tanpa
sengaja di BG Junction dan semuanya.
Dan berbeda dari sebelumnya. Kali
ini beliau begitu terlihat senang mendengarku. Dan aku pun menjadi senang untuk
terus bercerita. Mamak melihat airmataku menetes. Mamak mendengar suaraku
bergetar. Aku tahu, mamak benar-benar tahu apa yang aku rasakan. Namun beliau
hanya tersenyum sambil terus menatapku. Terus siap mendengar apa yang aku
utarakan.
Setelah bercerita panjang lebar. Akhirnya Mamak berbicara..
“kamu nggak perlu khawatir nia.. serahkan semua kepada
Allah.. jangan pernah putus asa ya.. Aji ingin fokus dengan apa yang sekarang
dia jalani. Katamu dia kuliah kan? Apa kamu nggak pengen lihat dia sukses?
Ngapain kamu sedih?? Sudah.. nggak perlu nangis lagi.. kamu hanya perlu berdoa
kepada Allah untuk dia.
Doakan agar rejekinya selalu lancar, selalu dimudahkan
segala urusan, dan segala yang terbaik. Kalau memang dia tercipta untuk kamu,
Allah pasti akan mempertemukan lagi.. lebih baik nggak usah diganggu dulu.
Nanti takutnya malah buyar semuanya malah jadi kacau. Doakan saja dari jauh..
seperti apa yang tadi Mamak bilang.
Dia pasti cinta sama orang tuanya makanya dia begitu. Dia pasti
pengen ngeraih impiannya, ni. Ya boleh sesekali silaturahmi. Tapi kok nggak
pernah main kesini lagi ya? Hmm.. kamu yang sabar yaa. Allah itu nggak pernah
ingkar janji nia.. kalo enggak bukan berarti enggak. Enggak artinya enggak
sekarang, artinya nanti. Jadi, suatu saat nanti pasti.
Nggak usah terlalu terburu-buru. Kamu juga harus berjuang
untuk kedepannya. Kamu pengen bahagia kan? Makanya bahagiakan juga dia.. biarkan
dia pergi.. pasti suatu hari nanti akan ada saatnya.. Mamak juga nggak pengen
kamu pacar-pacaran dulu. Nanti ya, kalo sudah mapan aja.. langsung menikah
lebih aman.. sudah ya.. jangan sedih lagi.. terus berdoa untuk dia..
laki-laki itu, kalo sudah cinta, sejauh apapun terpisah,
selama apapun berpisahnya, sesulit apapun, pasti nanti akan kembali. Inget, dia
juga sedang berjuang untuk masa depannya.
Kamu juga bilang tadi kan kalo kuliahnya mahal? Mungkin itu
juga menjadi suatu penyebab kalo dia nggak mau main-main dengan kuliahnya ini.
mungkin dia pengen cari pengalaman yang sebanyak-banyaknya, ni. Kamu juga
jangan lupa untuk istiqomah terus dhuha dan puasa sunnahnya. Kalau bisa
tahajjud juga dijalanin ya.. insyaAllah semuanya lancar kalo dipasrahkan ke
Allah, ni..
Jangan khawatir.. inget ya.. ”
Ya Allah.. Maha Suci Engkau :)
Mamak pasti sayang sekali sama aku, makanya Mamak bisa
bicara sedemikian rupa. Aku benar-benar terharu. Dan ini sudah berapa kalinya
Mamak menanyakan kabarmu. Dan aku hanya bisa bilang “insyaAllah aji baik mak..
“
Aku benar-benar mendengarkan apa yang Mamak katakan dan
merealisasikannya setiap hari. Aku benar-benar beruntung dapat lahir dari rahim
seorang wanita seperti Mamak. Mamak selalu tahu mana yang baik dan yang tidak
untukku. Dan Mamak, juga selalu mengerti isi hatiku. Aku benar-benar
menyayangimu Mak :)
Aku benar-benar berharap dapat membahagiakanmu suatu saat
nanti. Membawamu ke Tanah Suci, melihatku menikah dengan orang yang cinta dan
aku cintai, yang sayang dgn keluarga nia dan juga keluarganya sendiri tentu.
Semoga Engkau masih dapat melihat cucu-cucu lucu yang lahir dari rahimku dimasa
depan nanti Mak. Aamiin :)
Yang selalu aku ingat adalah, bahwa doanya Mamak hanya
satu. Yaitu agar beliau dapat diberi umur yang panjang oleh Allah. agar suatu
saat nanti dapat melihatku berdiri di pelaminan bersama dengan seseorang yang
cinta aku dan aku cintai. dan menimang cucu-cucu lucu yang terlahir dari
rahimku. ya Allah.. semoga Engkau selalu menerima doa seorang berhati suci
seperti Mamak.. :')))
Dan yang
Mamak minta hanya satu. Rasa sayang tulus anak-anaknya kepada Mamak.. :')
Mak, aku
selalu berdoa agar Kau dapat "melihat"ku suatu saat nanti. Dan aku akan buktikan
padamu, bahwa aku sangat sungguh-sungguh menyayangimu.. :)
Bismillah.. :)

Komentar
Posting Komentar